Sabtu, 27 April 2013

Sepotong Hati di Stasiun Kereta


Aku menatap sepatuku yang sekarangbasah terkena percikan air hujan. Sial! Susah payah tadi pagi aku menyemirnya. Sekarang jadi lusuh begini. Kuraih sebuah tissue di saku kemejaku, dan berusaha mengeringkan sepatuku. Sedikit membantu.
            ”Hai,Nay!”
            Aku mencari sumber suara, tak lagi memedulikan nasib sepatuku. Seorang gadis dengan mantel bulu berwarna cokelat dan sepatu boots berwarna senada melambaikan tangan ke arahku.
”Hai!” balasku .Aku melambaikan tanganku seraya tersenyum.
Namanya Grita. Ia kini mendekat dan berdiri di sebelahku. Berkali-kali ia lirik jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangan kirinya.
”Kita hampirtelat,” katanya kemudian.
”Oh...,” jawabkumengambang.
”Kok cuma ’oh’,sih? Aku tidak sepertimu yang biasa telat,” ledeknya.
Aku hanya tersenyum mendengarnya. Lima detik kemudian sebuah kereta tampak dari kejauhan. Sambil melonjak kegirangan, Grita menatapku.
”Kita tidak jadi telat!”
Kini Gritaberjalan menuju kereta dan menggandeng tanganku—lebih tepatnya setengah menyeretku. Ku tepis tangannya dan berjalan kembali ke tempatku semula.
”Aku nanti saja,Grit.”
”Hei, mungkin ini kereta terakhir sebelum bel masuk berbunyi, lho!” protesnya.
Aku menunduk lesu. Mungkin Grita sudah mengerti maksudku, karena setelah itu ia masuk kekereta tanpa menghiraukanku lagi.
Kereta perlahanmulai berjalan. Aku merelakan kereta terakhirku. Kulambaikan tangan padanya yang kini ada di balik jendela dengan wajah protesnya, seolah tidak ingin akulagi-lagi terlambat.
”Ah, kenapa belum juga datang?” gumamku. Entah kenapa, aku kini mulai mengkhawatirkan keterlambatanku yang sudah kesekian kalinya. Tidak ada lagi anak berpakaian seragam menunggu di stasiun. Cuma aku, dan sesosok pemuda yang duduk dibelakangku.
Sambil merutuki nasibku sendiri, aku duduk di kursi tempatku biasa menunggu. Siapa sih, orangbodoh yang mau menunggu setiap hari di stasiun kereta lebih dari dua jam? Siapa sih, orang bodoh yang rela terlambat sekolah dan dihukum membersihkan toilet?Ya, itu semua aku. Jawabannya adalah aku!
Di tengah dinginnya hujan, mataku kini tertuju pada seorang pemuda yang kini berlari kearahku. Ia menyunggingkan senyum di bibir tipisnya. Ke arahku pula! Tunggu sebentar, dia...
Aku mengarahkan telunjuk ke wajahku. Seperti ingin berkata, kau tersenyum padaku?
Benarkah dia? Dia yang selama ini telah... benarkah ia menyadari keberadaanku? Mataku kini membulat, dan kurasa pipiku kini memerah. Saking kaget setengah tidak percaya, membalas senyumnya pun rasanya sulit.
            Aku bangkit berdiri. Seakan tak peduli percikan air hujan yang kini semakin deras dan membasahi rokku. Aku berdiri, seakan siap menyambutnya. Dan apa yangterjadi? Dia..., dia bukan tersenyum untukku. Lebih tepatnya, dia tidak menyadari keberadaanku. Dia berjalan melewatiku dan menghampiri seorang pemud ayang duduk di belakangku. Sambil menunduk malu, aku menoleh ke belakang.
            Aku kini tak menghiraukan derasnya air hujan yang seakan menghantam apa pun yangada di bawahnya, termasuk aku. Aku berjalan keluar stasiun. Aku tidak inginnaik kereta hari ini. Payung yang kukenakan pun tak cukup membantu, pipikutetap basah. Ah, bukan saatnya menyalahkan payung karena airmataku sendiri.
            Kereta kini berjalan pelan dan berhenti. Pemuda itu masuk bersama sahabatnya. Aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan.
            ”Kau Naya? Sekolah kita searah, kenapa kita tidak berangkat bersama?”
            Ah,kalimat itu seakan kalimat yang paling ingin kudengar darinya. Dari pemuda itu.Dari Jhovian, kakak Grita.

Sabtu, 02 Juni 2012

Diana Ross - When You Tell Me That You Love Me

I wanna call the stars down from the sky
I wanna live a day that never dies
I wanna change the world only for you
All the impossible I wanna do

I wanna hold you close under the rain
I wanna kiss your smile and feel the pain
I know what's beautiful looking at you
In a world of lies you are the truth

And baby, every time you touch me I become a hero
I'll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for, nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark when you tell me that you love me

I wanna make you see just what I was
Show you the loneliness and what it does
You walked into my life to stop my tears
Everything's easy now, I have you here

And baby, every time you touch me I become a hero
I'll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for, nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark when you tell me that you love me

In a world without you I will always hunger
All I need is your love to make me stronger

And baby, every time you touch me I become a hero
I'll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for, nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark when you tell me that you love me
You love me, when you tell me that you love me

Sabtu, 07 April 2012

Judika - Aku Yang Tersakiti

Pernahkah kau merasa jarak antara kita
Kini semakin terasa setelah kau kenal dia
Aku tiada percaya teganya kau putuskan
Indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
Kau pergi tinggalkanku

Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
Aku pergi untuk dia
Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia